Home / Opini / Stop Ghuluw (berlebih-lebihan) dalam Beragama

Stop Ghuluw (berlebih-lebihan) dalam Beragama

 

Faktor yang melatarbelakangi hadirnya pemahaman radikalisme bahkan yang berujung aksi terorisme, salah satu penyebabnya ialah Ghuluw atau berlebih-lebihan dalam agama. Namun, arti Ghuluw yang mencetuskan paham radikal bukan berati dia yang ahli ilmu, justru manusia yang dangkal akan ilmu agama. Mereka dengan mudah terpengaruh oleh rangkaian ayat al-quran dan hadits seputar surga dan tawaran manis yang diplesetkan untuk tujuan ideologi menyimpang, demi menebar benci dan teror di masyarakat, hal tersebut merupakan hasil dari Ghuluw beragama.

Islam mengajarkan beragama sesuai dengan porsi syariat, dijalankan sesuai dengan kemampuan hambanya. Seorang ayah yang memiliki yang memiliki tanggungan keluarga dan penopang hidup keluarga hanya terletak dari kerja sang ayah, maka peran ayah untuk keluarganya lebih utama dibandingkan sang ayah memutuskan untuk membantu orang lain dengan hartanya. Sebab posisi keluarga sangat membutuhkan terlebih dahulu, namun disaat kebutuhan keluarga terpenuhi, membantu orang lain menjadi kebaikan pula.

Realitas Ghuluw beragama kini menyelimuti kaum muslimin di dunia, salah satunya Indonesia. Ada dua faktor individu Ghuluw dalam agama. Pertama, karena dangkalnya ilmu. Kedua, karena fanatisme golongan. Kedua faktor penyebab ini merupakan tanda tidak luasnya wawasan dalam beragama, mereka hanya diikat dengan bekal ilmu yang tiada lain hanya sedikit sehingga saat didoktrin oleh paham-paham tertentu, lantas mudahnya bersikap ghuluw dalam beragama.

Ghuluw dalam beragama sudah ada sejak umat terdahulu, sikap ghuluw yang hadir di umat terdahulu telah menyesatkan mereka dalam memahami agama seperti umat-umat Nabi Nuh, Nabi Musa dan Isa yang dikecam karena telah melebih-lebihkan aturan yang telah diberikan oleh nabinya.

Allah berfirman:

وَقَالَتِ الْيَهُودُ عُزَيْرٌ ابْنُ اللّهِ وَقَالَتْ النَّصَارَى الْمَسِيحُ ابْنُ اللّهِ ذَلِكَ قَوْلُهُم بِأَفْوَاهِهِمْ يُضَاهِؤُونَ قَوْلَ الَّذِينَ كَفَرُواْ مِن قَبْلُ قَاتَلَهُمُ اللّهُ أَنَّى يُؤْفَكُونَ

“Orang-orang Yahudi berkata: Uzair itu putera Allah dan orang-orang Nasrani berkata: “Al masih itu putera Allah. Demikianlah itu ucapan mereka dengan mulut mereka, mereka meniru perkataan orang-orang kafir yang terdahulu. Dilaknati Allah mereka , bagaimana mereka sampai berpaling?”

 

Mencegah Ghuluw

Ghuluw beragama sejatinya dapat dipahami dengan mudah, dimana ghuluw beragama merupakan sikap terlalu berlebihan yang melampaui batas perintah agama, sikap yang berkobar dengan semangat agama, namun melupakan batasan yang telah disyariatkan karena mereka bersemangat atas dasar hawa nafsu sehingga timbul-lah sikap menyimpang dalam beragama yang merupakan hasil dari ghuluw beragama.

Maka pokok dasar untuk mencegah ghuluw tersebut ialah perlunya bersikap terbuka dan pemikiran yang berwawasan luas, tidak harus kaya ilmu tapi berilmu dengan tidak tegap pada satu tempat saja, melainkan memahami dan dapat menerima ilmu yang lain. Jika dasar ini dimiliki setiap individu maka akan tercegah dari sikap ghuluw beragama.

Kita coba mengambil satu realita yang ada disekitar kita, yakni adanya aliran wahabi yang selalu kita ingat dengan sikap yang mudah menyalahkan pemahaman lain yang sekiranya tidak sepaham dengannya atau satu pemahaman dinilai melakukan peribadatan yang tidak sesuai dengan ajaran Islam. Hal tersebut terjadi Karena sikap wahabi yang menutup diri dari luasnya ilmu, mereka tidak memandang kehadiran ilmu yang lain, sehingga mudah menyalahkan pandangan ilmu lain yang bersebrangan dengan ilmunya. Jika wahabi mampu bersikap menerima perbedaan, tentunya masalah khilafiah dalam agama tidak menjadi persoalan.

 

Macam-Macam Ghuluw Beragama

Untuk meluaskan makna Ghuluw yang telah dibahas diatas, terdapat empat macam ghuluw beragama yang menjadi penyakit bagi individu yang keliru dalam beragama.

  1. Ghuluw ibadah

Bagian pertama ini menjadi permasalahan yang rawan bagi individu yang masih semangatnya beragama. terkadang karena ghuluwnya dalam beribadah larut dalam kenikmatan ibadah. Seperti mengharamkan sesuatu padahal agama tidak mengharamkan atau memutuskan tidak menikah agar lebih fokus ibadah. Walaupun ghuluw yang dilakukan manusia untuk kebaikan tapi jika berlebihan maka tentunya bukan menjadi suatu kebaikan baginya.

  1. ghuluw hukum kafir

Seperti yang telah disinggung di atas, sebab kedangkalan ilmu dan fanatisme golongan, seseorang atau kelompok mudah melontarkan hukum kafir kepada pihak yang bertentangan dengan ilmunya, sebab kelompok ini hanya meyakini suatu kebenaran hanya ada di lingkup pahamnya, sedangkan yang dinilai bertentangan atau tidak sesuai akan dianggap salah. Ghuluw jenis ini seputar perkara-perkara ijtihad itu disebut ikhtilaf tanawwu (perbedaan fariatif).

  1. Ghuluw Aqidah

Jenis ghuluw ini pernah terjadi pada kaum ahli kitab yang menuhankan nabinya, kaum nabi Nuh yang menyembah matahari, bintang dan bulan tapi mengaku kepada allah swt. Namun kalangan Yahudi terbilang paling ekstrem dalam ghuluw beragama yakni mudah menyamakan makhluk dan khaliq (pencipta).

  1. Ghuluw Kehidupan

Yakni seperti berlebihan dalam makan, minum, berpakaian dan memakai air secara berlebihan. Padahal Rasulullah SAW sangat melarangnya: “Tidaklah Bani Adam memenuhi kantong yanglebih jelek dari pada perutnya. Hendaklah Bani Adam makan sekadar menegakkan punggungya. jika tidak bisa maka makanlah sepertiganya untuk makanan, sepertiganya untuk minum dan sepertiganya untuk napas.” (HR. Tirmidzi)

 

Sudah saatnya kita bijak dalam beragama, dunia ini luas yang diisi oleh keberagaman kehidupan yang tidak mungkin menyatukan jenis dari perbedaan yang sudah menjadi ketetapan penciptnya. Maka langkah bijak yang baik kita sikapi ialah menerima suatu perbedaan sebagai jalan untuk kedamaian bersama dalam berdampingan hidup sesama manusia.

 

Facebook Comments

About Irsan Rasyad

Mahasiswa aktif dalam Pendidikan Sarjana S1 Program Studi Digital Communication, Surya University Tangerang, Banten. Alumni Pondok Pesantren Annur Azzubaidi, Konawe Sulawesi Tenggara ini juga aktif sebagai anggota Duta Damai Dunia Maya BNPT untuk regional Jakarta.

Check Also

Bersatulah dan Jangan Bercerai Berai

Islam adalah agama perdamaian… Karena Islam adalah agama yang membawa perdamaian, maka para musuh Islam …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Watch Dragon ball super