Home / Opini / Perbedaan bukan Batas untuk Bersatu

Perbedaan bukan Batas untuk Bersatu

Manusia hidup dalam keberagaman yang luas, berbeda bahasa, sikap, keyakinan dan paham. Cukup sering perbedaan yang hadir di lingkungan masyarakat menimbulkan masalah yang serius, dimulai dari hal kecil bisa berkobar besar karena perbedaan yang dikekang dengan pengakuan pribadi yang egois, merasa pandangan diri atau kelompoknya saja yang paling benar.

Konflik Sunni dan Syiah bermula dari perbedaan paham pandangan di dalam Islam. Muslim minoritas di eropa kerap mengalami kekerasan dari pihak islam phobia. Peristiwa rohingnya membuat umat Islam di Myanmar di hantui prilaku keji para oknum biksu agama Budha. Di Indonesia kata “bid’ah” dan “kafir” sempat hangat menjadi permasalahan terhadap perbedaan pandangan. Terlebih adanya ISIS yang menyatakan kelompoknya merupakan paham paling benar dan yang tidak sepaham dengannya halal untuk dibunuh.

Kesalahpahaman dalam menyikapi perbedaan mencetus konflik yang berujung pada tindakan kekerasan. Setiap individu yang fanatik akan mempertahankan nilai yang diyakini, tanpa ada rasa untuk menerima perbedaan. Setiap penganut agama akan mengklaim ajaran agamanya yg paling benar, walaupun setiap orang bersikap toleransi beragama, klaim diri atas keyakinan tetap menjadi nilai yang dipertahankan.

Namun, kesalahan dalam menyikapi mengiring individu atau kelompok kepada paksaan yang mendorong seseorang untuk membenci dan bersikap kasar kepada pihak yang berlainan paham. Peristiwa rohingnya bermula dari kalangan biksu yang merasa kesal kepada ajaran islam yang berkembang di Myanmar, keberadaan agama budha menurut para biksu mulai terancam bila perkemabangan Islam di negaranya terus meningkat. Maka pelampiasan kekesalan tersebut tersikapi dengan kekerasan kepada rakyat rohingnya yang dibuat derita dan bahkan sampai merenggut nyawa.

Islam sebagai agama rahmat bagi seluruh alam. Namhn lahir bibit radikalisme dikalangan paham tertentu, dengan penekanan pemahaman Islam garis keras telah meruntuhkan sikap toleransi antar umat beragama, yang sebenarnya dianjurkan dalam Islam. Radikalisme dengan membawa ajaran Islam bermula dari Klaim agama Islam merupakan ajaran paling benar dan lain adalah keliru dan perlu dimusuhi, kini mulai tersampaikan secara umum yang seharunya menjadi dogma pribadi.

Padahal dengan jelas dalam Al-quran bahwa kebebasan seseorang untuk beragama itu sudah diatur oleh allah swt, namun kenapa ada manusia yang melawan ketentua dari tuhan yang diagungkannya? Itulah kesalahpahaman dalam memaknai ajaran Islam dan kurang belajar terkait Islam.

256. Tidak ada paksaan untuk (memasuki) agama (Islam); sesungguhnya telah jelas jalan yang benar daripada jalan yang sesat. Karena itu barangsiapa yang ingkar kepada Thaghut dan beriman kepada Allah, maka sesungguhnya ia telah berpegang kepada buhul tali yang amat kuat yang tidak akan putus. Dan Allah Maha Mendengar lagi Maha Mengetahui. (Al Baqarah 256)

Perbedaan seharusnya mengajarkan kita untuk bisa menerima orang lain yang tidak sepaham keyakinan dengan kita. Masyarakat yang muslim harus bisa menerima kawan yang teguh dalam keyakinan kristenya, umat kristen pun tetap menjaga hubugan baik dengan kawan beragama Islam. Munculnya pola pikir radikal berbuah dari hasil sikap membenci, angkuh, tidak bisa menerima perbedaan dan merasa dunia dan surga hanya miliknya. Maka hidup mereka yang seperti itu tentu jauh dari kehidupan sosial di masyarakat, mereka cenderung memisahkan diri dan hanya nyaman dan akrab dengan pihak yang satu paham yang sama.

159. Maka disebabkan rahmat dari Allah-lah kamu berlaku lemah lembut terhadap mereka. Sekiranya kamu bersikap keras lagi berhati kasar, tentulah mereka menjauhkan diri dari sekelilingmu. Karena itu ma’afkanlah mereka, mohonkanlah ampun bagi mereka, dan bermusyawaratlah dengan mereka dalam urusan itu. Kemudian apabila kamu telah membulatkan tekad, maka bertawakkallah kepada Allah. Sesungguhnya Allah menyukai orang-orang yang bertawakkal kepada-Nya.(Ali Imnran 159)

Lemah lembut kepada sesama manusia merupakan ajaran akhlak yang sangat dianjurkan dalam Islam. Bahkan kepada seseorang yang bersalah, sikap lemah lembut tetap perlu dijaga tanpa menduakan sikap ketegasan. Dasarnya sikap lemah lembut ialah agar kehidupan sesama manusia tetap berjalan harmonis walau dijumpai berbagai Isu masalah yang mungkin datang.
….

Facebook Comments

About Irsan Rasyad

Mahasiswa aktif dalam Pendidikan Sarjana S1 Program Studi Digital Communication, Surya University Tangerang, Banten. Alumni Pondok Pesantren Annur Azzubaidi, Konawe Sulawesi Tenggara ini juga aktif sebagai anggota Duta Damai Dunia Maya BNPT untuk regional Jakarta.

Check Also

Kisah Ahli Ibadah bulan Dzulhijjah yang Diziarahi Rasulullah dan Para Sahabat

“Sebab aku memprioritaskan ridha Allah dibanding ridha diriku sendiri dan aku berpuasa pada 10 hari …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Watch Dragon ball super