Home / Opini / Sudahkan Kamu Membaca Berita Hoax Hari Ini ???

Sudahkan Kamu Membaca Berita Hoax Hari Ini ???

Peringatan Pers Nasional tahun ini yang jatuh setiap tanggal 9 Februari merefleksikan kembali semangat untuk mewujudkan pers yang independen dan netral. Arus informasi dan berita yang semakin deras memicu lahirnya situs yang mempublikasikan berita hoax dan media sosial yang dipadati berita abal-abal.

Viralnya berita hoax ini memiliki tujuan yang beragam seperti, mengejar traffic pengunjung, menebarkan kebencian, dan memecah persatuan bangsa. Beredarnya berita palsu tidak hanya merugikan satu atau dua orang saja, tetapi dapat menimbulkan rasa benci, adu domba, memecah persatuan dan kesatuan bangsa.

Medsos yang memberikan ruang kebebasan dalam penyebaran berita hoax ini seharusnya membuat kita memperhatikan kembali pesan Nabi bahwa berbohong merupakan perbuatan dosa. Dalam hadist riwayat muslim Nabi berkata bahwa kita bisa tergolong orang yang berbohong, orang yang berdosa, ketika kita menyampaikan apa saja yang kita tidak yakin benar.

“Sesungguhnya orang-orang yang membawa berita bohong itu adalah dari golongan kamu juga. Janganlah kamu kira bahwa berita bohong itu buruk bagi kamu, bahkan ia adalah baik bagi kamu. Tiap-tiap seorang dari mereka mendapat balasan dari dosa yang dikerjakannya. Dan siapa di antara mereka yang mengambil bagian yang terbesar dalam penyiaran berita bohong itu baginya azab yang besar”.

(QS An-Nur: ayat 11 sampai ayat 21).

Jika kita menemukan postingan yang tidak jelas, segera hentikan! Jangan biarkan kita menyebarkarkan berita yang kebenarannya belum terkonfirmasi secara pasti. Kita harus mulai kritis dalam menggunakan medsos. Jangan mudah terprovokasi berita hoax.

Contohnya berita dengan judul “Waspada PROPAGANDA Kristen : Lebih baik Gubernur Kristen Tapi Tidak Korupsi Daripada Gubernur Muslim Tapi Korupsi : Fakta !! Kristen pun Banyak yang Korup! Ini Buktinya !!”.

Judul berita di atas sangat membuat penasaran netizen yang juga menimbulkan prasangka dan kebencian, mendorong pembaca untuk saling berargumen tentang agama masing-masing, saling mencemooh, menimbulkan perpecahan.

Padahal sedari kita duduk di bangku sekolah dasar, guru kita sudah mengajarkan toleransi terhadap perbedaan. Sejak kecil kita tahu dasar negara kita Pancasila dalam sila ke tiga berbunyi “Persatuan Indonesia”, dan Semboyan negara Bhineka Tunggal Ika. Mari kita kembali mengamalkannya, untuk menjaga persatuan Indonesia.

Hoax adalah berita atau informasi bohong yang tujuannya adalah mengakali pembaca/pendengar untuk mempercayainya yang sebenarnya hanyalah fitnah. Informasi yang memuat kebohongan pasti mengandung fitnah dan fitnah lebih kejam daripada pembunuhan.

Kejamnya hoax pernah dialami oleh Nabi Muhammad SAW yang sempat mengubah sikap kepada Siti Aisyah lantaran munculnya fitnah bahwa isterinya berselingkuh dengan Shafwan bin Mu’athal as-Sulami adz-Dzakwani ra. Akibat fitnah itu, kegoncangan di kalangan kaum Muslimin tak dapat dihindari dan Siti Aisyah bersedih hingga sakit.

Dikisahkan dalam sebuah perjalanan, Aisyah terpisah dari rombongan karena hendak mencari kalung saudaranya yang tertinggal. Aisyah pun menunggu hingga ketiduran.  Saat itu, Shafwan bin Al Muthal juga tertinggal dari rombongan. Shafwan lalu meminta Aisyah segera naik ke atas unta, sementara ia sendiri memegang tali kendali untanya tanpa menoleh dan berbicara dengan Aisyah.

Abdullah bin Ubai yang melihat hal itu, merasa mendapatkan ilham untuk menyerang Rasulullah. Ia pun menyusun rencana untuk memfitnah Aisyah berzina. Banyak masyarakat muslim yang termakan gosip murahan itu.

Kabar dusta ini akhirnya sampai juga di telinga Rasulullah. Semua orang sepertinya telah mendengar tentang gosip ini kecuali Aisyah sendiri. Aisyah yang baru sembuh dari sakit, sempat heran melihat perilaku suaminya yang berbeda dari biasanya.

Berita fitnah itu menyebar hingga sebulan lamanya. Selama itu pula, tak ada wahyu yang diterima Nabi Muhammad SAW. Sampai kemudian, Allah SWT mengabarkan berita gembira kepada Nabi SAW yang menyatakan bahwa Aisyah ra terbebas dari segala tuduhan perselingkuhan dan fitnah itu.

Penegasan Allah SWT itu terangkum dalam Al Qur’an, Surat An-Nur ayat 11-26. Dengan turunnya ayat tersebut, terbebaslah Siti Aisyah ra dari tuduhan keji itu, hingga berbahagialah Rasululah SAW beserta sahabat-sahabat setianya.

Fenomena Hoax yang menimpa keluarga Nabi Muhammad SAW adalah pembelajaran yang sangat berharga. Orang suci dan terpelihara perilakunya bisa terkena hoax. Isterinya, Siti Aisyah difitnah berselingkuh dengan orang lain.

Masyarakat harus bersikap kritis menghadapi hoax. Melakukan konfirmasi terhadap sumber-sumber resmi menjadi penting. Gunakan akal sehat. Penting mengembangkan daya kritis dengan melakukan konfirmasi terhadap sumber resmi lainnya.

Kita sebagai umat beragama harus dapat  memerangi hoax dengan akhlak mulia, akal sehat, kritis dan sigap melakukan konfirmasi kepada pihak kompeten. Dalam menyebarkan informasi atau berita harus hati-hati, terutama dalam sosmed, harus selalu memperhitungkan aspek manfaatnya.

*Dari berbagai sumber

 

 

Facebook Comments

About Azka Nurul Kamilah

Check Also

Kisah Ahli Ibadah bulan Dzulhijjah yang Diziarahi Rasulullah dan Para Sahabat

“Sebab aku memprioritaskan ridha Allah dibanding ridha diriku sendiri dan aku berpuasa pada 10 hari …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Watch Dragon ball super