Home / Opini / Rasulullah Penjamin Kebebasan dalam Perbedaan

Rasulullah Penjamin Kebebasan dalam Perbedaan

Toleransi dan toleransi, ya…. kata ini selalu hangat dibicarakan saat membahas suatu perbedaan, salah satunya perbedaan agama. Toleransi memberikan kesempatan kepada semua umat manusia untuk meraih kebebasan yang adil. Redupnya toleransi sama halnya menyalakan api konflik dalam kehidupan manusia. Maka sejauh mana pentingnya toleransi sebagai kebebasan dalam suatu perbedaan?

Rasulullah SAW adalah suri tauladan yang mengajarkan kebebasan dalam perbedaan. Rasul sendiri membawa misi dan amanah besar untuk menyampaikan agama Islam sebagai ajaran yang mengajak manusia menuju jalan yang benar. Menurut pandangan Islam keselamatan hidup di dunia dan akhirat hanya ada dengan mengikuti ajaran agama Islam. Namun, Rasulullah SAW tidak pernah sedikitpun memaksa manusia di luar Islam untuk mengikuti ajarannya. Rasulullah hanya menyampaikan secara lisan kepada umat manusia yang belum beriman, jika ajakanya ditolak maka Rasulullah menerima keputusan tersebut dengan penuh kasih sayang dan terkadang nabi terus mengulangi ajakan tersebut kepada orang yang sama sebagai bentuk cinta dan kasih Rasulullah SAW.

Ajakan Nabi Muhammad SAW kepada islam bukanlah paksaan atau menyalahkan secara langsung kepada orang yang beriman di luar ajaran Islam, karena Rasulullan SAW mengetahui secara pasti bahwa nabi hanya sebagai risal menyampaikan ajaran agama Islam. Sedangkan ketentuan hidayah seorang manusia hanya milik Allah SWT.

Sahabat Bunderan pasti sudah tahu gimana keadaan sikap toleransi di Indonesia, terutama toleransi dalam umat beragama dan sikap toleransi ternyata tidak mudah untuk diterapkan, tetapi bukan hal yang mustahil bisa tercipta dalam suatu perbedaan. Walaupun Indonesia menjadi salah satu negara yang berhasil menciptakan kehidupan yang bersatu dalam perbedaan suku, budaya dan agama, tetap saja masih banyak kita temukan sikap intoleran terhadap perbedaan, seperti masalah agama. Bahkan sikap intoleran itu timbul dari satu agama yang sama karena mempertahankan rasa ego pribadi.

Sebab itu sahabat Bunderan mengenal Rasulullah SAW denga baik merupakan suatu keharusan, agar kita tidak sekadar tau bagaimana cara ibadah Rasulullah SAW dan sunah-sunah beliau belaka, melainkan kita perlu mengetahui budi pekerti nabi dalam memandang suatu perbedaan. Karena banyak di umat Islam sendiri yang kurang memahami perlunya rasa toleransi yang akhirnya terpeleset dalam jurang kekeliruan memaknai ajaran dalam Islam. Seperti makna jihad yang sebenarnya memiliki makna luas sesuai dengan perkembangan zaman dan kondisi kekinian. Justru dimaknai jihad sebagai sikap membela Islam yang menolak perbedaan yang berujung konflik.

Kembali kepada suri tauladan Rasulullah SAW yang begitu cinta kasih menyikapi perbedaan. Tidak ada keinginan nabi untuk membentuk negara Islam, tapi nabi hanya menghendaki kehidupan yang damai dan tentram dalam lingkungan ajaran Islam. Karena sudah menjadi suatu ketentuan Tuhan manusia hidup dalam perbedaan yang beragam yang memberi pelajaran kepada umat manusia untuk belajar menghargai perbedaan.

Sahabat masih ingat Piagam Madinah? Yakni konstitusi madinah dalam bentuk dokumen yang disusun oleh Rasulullah SAW yang berisikan perjanjian formal anatar dirinya (islam) dengan semua suku dan kaum penting di Madinah, inti dalam perjanjian Madinah itu ialah kesepakatan antar suku dan agama yang berbeda diwilayah Madinah untuk bisa patuh pada isi perjanjian sebagai bentuk terciptanya toleransi dan kehidupan yang rukun dan damai.

Walaupun pada saat perjanjian Madinah Islam sebagai pihak yang kuat, namun tetap Rasulullah menghargai hak manusia untuk beriman kepada keyakinan masing-masing, sesuai  dengan keinginan dan agama yang dipercayai. Inilah sikap toleransi teladan yang diajarkan Rasulullah SAW yang sudah saatnya kita sebagai umatnya menghargai suatu perbedaan suku, budaya dan agama untuk terciptanya perdamaian di kehidupan manusia.

Facebook Comments

About Irsan Rasyad

Mahasiswa aktif dalam Pendidikan Sarjana S1 Program Studi Digital Communication, Surya University Tangerang, Banten. Alumni Pondok Pesantren Annur Azzubaidi, Konawe Sulawesi Tenggara ini juga aktif sebagai anggota Duta Damai Dunia Maya BNPT untuk regional Jakarta.

Check Also

Kisah Ahli Ibadah bulan Dzulhijjah yang Diziarahi Rasulullah dan Para Sahabat

“Sebab aku memprioritaskan ridha Allah dibanding ridha diriku sendiri dan aku berpuasa pada 10 hari …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Watch Dragon ball super