Home / Opini / Pemuda Menghadapi Perkembangan Teknologi Informasi.

Pemuda Menghadapi Perkembangan Teknologi Informasi.

budak-media

Salam damai sahabat bunderan, kali ini kita akan berbagi informasi mengenai perkembangan digital di Indonesia. Ternyata perkembangan digitalisasi di Indonesia setiap tahunya terus meningkat, selain itu keperluan masyarakat akan teknologi sangat tinggi. Bahkan kehadiran teknologi informasi bagi masyarakat Indonesia sudah menjadi suatu kebutuhan. Dari data techasia.com 259.1 juta penduduk Indonesia, sekitar 88.1 aktif menggunakan internet dan jika infrastruktur jaringan internet dapat diakses dengan mudah di setiap wilayah di Indonesia, tentunya jumlah pengguna internet akan jauh lebih banyak lagi.

Perkembangan digital menjadi suatu tantagan bagi generasi muda terkait bagaimana memanfaatkan internet sebagai prasarana yang memberi dampak positif. Dibalik itu, tentunya ada pihak tertentu yang memanfaatkan internet sebagai pencapaian kehendak politik, ideologi atau kepentingan kelompok tertentu. Sepertinya sulit menghilangkan pengaruh negatif yang hadir akibat penyalahgunaan negatif internet, salah satunya seperti penyebaran paham radikalisme yang terus hadir di dunia maya.


Hal ini merupakan realitas perkembangan teknologi informasi di Indonesia yang membuat kita harus menyesuaikan diri dengan perkembangan tersebut. Karena penyesuaian diri dengan perkembangan yang ada, membuat diri kita tidak tertinggal oleh tuntutan zaman. Namun apa yang perlu kita perhatikan sahabat?, Tentunya memanfaatkan segala bentuk pertumbuhan teknologi informasi saat ini, menjadi suatu tantangan tersendiri bagi generasi muda untuk memanfaatkan alat dan prasarana yang modern untuk hal yang berdampak positif atau mengarah kepada segala bentuk konten bermanfaat.

Pemuda merupakan generasi yang masih memupuk jati dirinya dan pemuda pula yang kini banyak bergantung dengan alat-alat digital dan menjadikannya bagian dari kehidupan. Sudah saatnya generasi muda membangun i’tikad baik untuk menjadikan pertumbuhan teknologi informasi untuk peran positif pemuda bagi kemajuan bangsa. Apakah bisa? Tentu saja, apapun profesi dan kepentingan sehari-hari kita, tetap berpijak dan patuh kepada nilai kebangsaan, maka dari jauh sejatinya kita membantu kemajuan bangsa.

Kebebasan digital bagi pemuda menjadi suatu keharusan, namun perlu terarah kepada hal yang baik dan bermanfaat. Jika zaman masa kemerdekaan peran pemuda memperjuangkan kemerdekaaan bangsa dengan berbagai cara, ada segelintir yang mampu dengan menempuh pendidikan, ada yang melawan langsung dengan penjajah dan lainnya. Namun pemuda saat ini berjuang dengan keadaan yang berkembang di sekitarnya, salah satunya memanfaatkan media internet sebagai perangkat digital dengan sebaik mungkin.

Dengan adanya kesadaran generasi pemuda menghadapi pertumbuhan digital yang terus berkembang, maka akan terhindar dari konstruksi realitas sosial masyarakat digital yang kaku terhadap kehidupan nyata, berapa banyak generasi muda di Indonesia yang sudah melek digital. Namun, terbudak dengan digital yang dimilikinya dan mengabaikan lingkungan hidup sekitanya. Seperti kehadiran smartphone yang tiada habisnya membentuk kelompok remaja larut dalam kesukaan pribadi dengan smartphone dan cenderung acuh dengan lingkunga hidupnya.

Maka apa yang perlu dibangun? Ialah kesadaran diri individu untuk siap menjadikan digitalisasi sebagai faktor pendorong untuk maju dan berkembang yang selaras dengan pertumbuhan zaman yang semakin modern. Namun, tidak meninggalkan nilai-nilai kehidpuan yang sudah ada sejak bertahun-tahun lamanya.

 

About Irsan Rasyad

Mahasiswa aktif dalam Pendidikan Sarjana S1 Program Studi Digital Communication, Surya University Tangerang, Banten. Alumni Pondok Pesantren Annur Azzubaidi, Konawe Sulawesi Tenggara ini juga aktif sebagai anggota Duta Damai Dunia Maya BNPT untuk regional Jakarta.

Check Also

Cegah Konten Radikalisme dan jadi Duta Damai dengan 3 Cara ini!

Kita Generasi Millennials adalah kader Duta Damai Indonesia. Dengan pengetahuan dan kreativitas yang dimiliki, kita …

2 comments

  1. Anak zaman skarang terlalu fanatik sama teknologi, sampai sampai rela mengkorbankan uang sppnya demi smartphone hadeh

  2. I feel like the above responses are all good points, but who knows if danh#iew&t8217;s friend is an evangelical, etc, etc?Maybe say something along the lines of, this book tells us about a few things like baptism by immersion and no infant baptism, but if this book is what it claims to be, then Joseph Smith was a prophet and would have the right/power to shape many other rituals and practices. Then tell him about the Doctrine and Covenants.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Watch Dragon ball super