Berita

Peringatan Sumpah Pemuda ke 88, Pemerintah Dorong Pemuda Aktif Berkreasi Hadapi Global

 

sumpah-pemuda

Keterangan Pers Sekretariat Kabinet Dalam Peringatan Sumpah Pemuda ke 88. 

 

Hari ini 88 tahun yang lalu sejarah perjalanan bangsa Indonesia mencatat bahwa para pemuda Indonesia dari Sabang sampai Merauke bersatu memberikan ikrar semangat persatuan dan kesatuan yang dikenal ikrar Sumpah Pemuda. Ikrar Sumpah Pemuda bukan hanya sebagai ikrar tetapi sebagai pedoman bangsa Indonesia untuk bersatu untuk membawa Indonesia menjadi negara yang merdeka.

 

Bila sebelum adanya sumpah pemuda, bangsa Indonesia masih terpecah belah, namun setelah adanya Sumpah Pemuda. Para Pemuda Indonesia bertekad untuk bersatu dan meninggalkan yang berbau kesukuan, agama, dan golongan untuk berbaur bersama dengan jutaan masyarakat Indonesia. Dan akhirnya berkat Tuhan Yang Maha Esa dan perjuangan seluruh rakyat Indonesia karena persatuan dan kesatuan tersebut terciptalah Indonesia yang merdeka.

 

Lantas bagaimana peran pemuda setelah 88 tahun Sumpah Pemuda. Peran pemuda saat ini bukan lagi membawa Indonesia merdeka tetapi membawa Indonesia menjadi negara yang lebih maju. Menurut Sekretaris Kabinet (Seskab) Pramono Anung peran pemuda Indonesia di zaman sekarang tentulah berbeda dengan zaman-zaman sebelumnya.

 

“Tantangan seorang pemuda itu di zaman sekarang makin keras, persaingan semakin ketat, semakin mendunia, dan mengglobal. Tetapi kita meyakini bahwa inovasi teknologi, juga ketekunan bangsa kita. Ini akan menjadi hal yang luar biasa karena bagaimana pun, Indonesia saat ini diuntungkan dengan ledakan demografi, di mana anak mudanya sangat besar sehingga sebuah bangsa akan berhasil maka keuntungan demografi itu menjadi kekuatan negara kita,” kata Pramono Anung.

 

Lebih lanjut ia menjelaskan pemuda Indonesia ke depan akan mempunyai cara berpikir yang berbeda, tidak lagi melihat bahwa bekerja harus di kantor.  Adanya keterbukaan dan kompetisi, generasi muda didorong untuk lebih terpacu menjadi lebih baik di semua tingkat, semua level, dan semua tantangan.

“Sekarang ini sudah masuk zaman teknologi ada start up, ada ekonomi digital yang luar biasa. Dan itulah tantangan baru, dan Indonesia termasuk yang beruntung karena pemerintah tidak memberikan batasan terhadap hal itu,” tegasnya.

 

Di dalam video yang diunggah di youtube itu Pramono Anung mengungkapkan banyak anak-anak muda Indonesia yang menjadi pemain dunia dan tidak kalah dengan bangsa lain karena mempunyai kekuatan untuk bertarung pada tingkat global, seperti Joe Alexander di bidang musik, atau start up seperti Bukalapak, Blibli, Lazada, dan sebagainya.

Menurut Pramono pemerintah optimis bahwa peran Indonesia dalam pertarungan global tidak kalah dengan bangsa lain.

Facebook Comments

About the author

Syidik Sulistiyanto

Aktif sebagai Mahasiswa Program Studi Digital Communciation Surya University. Mencintai Indonesia dengan segala keindahannya dan keberagamannya.

Leave a Comment