Home / Berita / Mendagri: Jadikan Pancasila Sebagai Perekat Kehidupan Berbangsa di Indonesia!

Mendagri: Jadikan Pancasila Sebagai Perekat Kehidupan Berbangsa di Indonesia!

Mendagri Tjahjo Kumolo memberi keterangan pers seusai mengikuti sidang kabinet paripurna di Kantor Presiden, Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, Rabu (4/2). Presiden Joko Widodo meminta kepada Kementerian Dalam Negeri dan piihak-pihak terkait agar pelaksanaan pemilihan kepala daerah serentak yang akan berlangsung pada September 2015 disiapkan dengan baik dari sisi administrasi maupun keuangan. ANTARA FOTO/Ismar Patrizki/Koz/Spt/15.
ANTARA FOTO/Ismar Patrizki/

 

Perayaan upacara memperingat Hari Kesaktian Pancasila masih terus dilaksanakan oleh berbagai instansi negara di Indonesia tak terkecuali oleh Kementerian Dalam Negeri yang menyelenggarakan upacara pada Senin (3/10/2016) yang dipimpin langsung oleh Menteri Dalam Negeri Tjahjo Kumolo.

Dalam amanat pidatonya Tjahjo mengungkapkan bahwa posisi Pancasila masih rentan berkaca pada sejarah Tragedi 1 Oktober 1965 sehingga harus dibuat Keputusan Presiden tentang Hari Lahir Pancasila. “Bangsa ini masih rentan dengan pengkhianatan dari dalam dan luar negeri untuk memecah belah,” ungkap Tjahjo.

Menurut Tjahjo upaya-upaya untuk menggantikan ideologi Pancasila di Indonesia sampai hari ini masih tetap ada. Bahkan ia mengakui hingga kini upaya untuk meruntuhkan keutuhan kehidupan berbangsa dengan berbagai ideologi dan gerakan radikal terus bermunculan.

Lanjutnya Tjahjo mengatakan hal itu sebagai tantangan yang harus dijawab melalui pengamalan lima dasar Pancasila dalam kehidupan politik dan sehari-hari. “Upaya-upaya untuk merongrong Pancasila terus menerus menjadi cobaan. Sekarang pun masih ada orang per orang atau kelompok yang baik terang-terangan maupun tertutup menolak Pancasila,” ungkap Tjahjo yang dikutip pada Okezone.com.

Untuk mengatasi potensi keretakan kehidupan berbangsa dan bernegara Tjahjo mengimbau kepada semua elemen bangsa untuk merawat nilai-nilai luhur yang terkandung dalam Pancasila. Pancasila sejatinya sebagai perekat kehidupan bangsa Indonesia yang berbhineka dari Sabang sampai Merauke.

“Kalau kita menghayati dan melaksanakan dengan baik, saya yakin kita akan mampu terus mengawal dan membangun kebersamaan, gotong royong demi negara kesatuan republik Indonesia,” katanya.

Untuk itu, kedepannya kita harus berani menentukan sikap siapa kawan maupun lawan terhadap orang yang ingin mengganti Pancasila. “Kita memperingati hari Pancasila akan saling memperkokoh rasa persaudaraan kita sebagai bangsa dan negara tanpa memandang golongan,” tutur Tjahjo.

 

Facebook Comments

About Syidik Sulistiyanto

Aktif sebagai Mahasiswa Program Studi Digital Communciation Surya University. Mencintai Indonesia dengan segala keindahannya dan keberagamannya.

Check Also

Dr Dzakir Naik : Indonesia Adalah Negara Damai

Ketua Majelis Permusyawaratan Rakyat (MPR) Zulkifli Hasan menyambut dengan hangat kedatangan penceramah terkenal asal India, …

One comment

  1. / não importa se fica fazendo &##2m0;Ohmmm2mmmmmmm&88221; ou “uhummmmmmmmmm” ou “tchê rerê tchê tchê” o que importa é o estado mental que atinge. Mas se quiseres mesmo praticar não há dificuldade em encontrar meios, referências e técnicas, muitas frentes adotam a meditação: espiritismo, gnose, budismo, induísmo, islamismo, e, embora alguns não considerem, o cristianismo também o adota. Cada uma delas ao seu modo.Gostei deste comentário ou não: 16

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Watch Dragon ball super