Home / Opini / Pendidikan Agama: Bekal Penting Cegah Radikalisme

Pendidikan Agama: Bekal Penting Cegah Radikalisme

rpp-pai-2013Akar paham radikal ialah minimnya bekal agama yang dimiliki. Para pelaku radikal hanya menelan secara instan dan membenarkan secara otak tumpul setiap hadits yang membenarkan jihad dalam bentuk teror. Mulut sejatinya fasih berhadits dan berbicara jihad, namun dangkal secara ilmu agama pada umumnya. Mereka hanya merasa cukup dengan dalil yang diperlukan untuk keperluannya belaka, sedangkan pokok-pokok ajaran agama mereka abaikan, maka tidak heran jika ada yang nekat melakukan bom bunuh diri.

Peran pendidikan agama dibawah bimbingan sang guru merupakan sarana yang efektif untuk menjadi kepribadian diri yang baik. Bekal ilmu sosial tanpa diimbangi pendidikan agama akan rentan dengan doktrin radikal yang terbungkus nilai-nilai agama, sehingga mudah terpengaruh. Namun, peran pribadi apapun dengan bekal pendidikan agama yang baik, akan menjadi tameng kuat terhadap pengaruh paham radikal yang ada di lingkungan maupun di media internet. Tentunya pendidikan agama yang dimaksud dalam konteks ini ialah pendidikan agama islam yang sesuai al-quran dan hadits nabi.

Pendidikan Agama yang benar akan membantu membentuk kepribadian diri yang terarah pada koridor positif dan akan tetap kukuh dalam keyakinan islam yang benar walau akan menjumpai berbagai doktrin negatif yang mengajak kepada kekeliruan pemahaman agama. Pribadi yang memiliki pondasi kuat akan sukar untuk bisa dipengaruhi, justru bisa membela diri untuk memperjuangkan nilai kebenaran.

Walaupun pribadi dengan tingkat jenius tinggi tanpa adanya pondasi nilai agama akan mudah rapuh dan mudah goyah bila dipengaruhi oleh paham radikal yang membawa pesan-pesan agama. Sebab para pengendali terorisme di Indonesia khususnya bukan orang bodoh, melainkan mereka memiliki latarbelakang pendidikan yang tinggi, sehingga tidak heran jika mereka dengan mudah merakit bom dan berstrategi saat melakukan aksi teror. Maka sangat penting pendidikan agama untuk menangkal segala bentuk paham radikal yang ada dilingkungan masyarakat mapun di media internet.

Salah satu bentuk pendidikan agama yang sukses terlepas dari pengaruh radikalisme ialah pendidikan agama di pondok pesantren. Pendidikan agama dalam pondok pesantren dibilang efektif sebab penanaman nilai agama sangat ditekankan setiap harinya oleh sang kyai (guru), tidak hanya pondok pesantren, majelis-majelis ilmu agama pada umumnya juga tidak kalah baik untuk menangkal paham radikal. Karena pendidikan agama akan senantiasa menanamkan nilai-nilai kebaikan dalam kehidupan, sehingga saat diri dipengaruhi oleh paham radikal maka diri akan mengetahui bahwa paham radikal bertolak belakang dengan ajaran agama yang benar.

Tentunya pendidikan agama akan hanya diperoleh pada diri yang berkeinginan tinggi untuk mempelajari agama dan adanya kesadaran diri bahwa pendidikan agama merupakan kebutuhan batin. Dengan kesadaran awal indivdu akan mengahantarkan diri yang terlindungi dari pengaruh desah-desuh radikal di lingkungan sekitar.

Oleh sebab itu pendidikan agama sangat penting dalam kehidupan manusia, pendidikan agama sebagai pedoman hidup yang akan mengarahkan langkah manusia menuju kebenaran dan mengetahui arah keliru yang harus dihindari.

 

About Irsan Rasyad

Mahasiswa aktif dalam Pendidikan Sarjana S1 Program Studi Digital Communication, Surya University Tangerang, Banten. Alumni Pondok Pesantren Annur Azzubaidi, Konawe Sulawesi Tenggara ini juga aktif sebagai anggota Duta Damai Dunia Maya BNPT untuk regional Jakarta.

Check Also

Cegah Konten Radikalisme dan jadi Duta Damai dengan 3 Cara ini!

Kita Generasi Millennials adalah kader Duta Damai Indonesia. Dengan pengetahuan dan kreativitas yang dimiliki, kita …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Watch Dragon ball super