Berita Opini

…Karena Toleransi Tidak Bisa Hanya Diajarkan, Toleransi Harus Dialami dan Dirasakan

Written by Bunderan

DSC_9015
“Kami serasa hadir dalam cuplikan waktu dimana anak bangsa bisa berpelukan dan merasakan toleransi yang hadir tanpa syarat. Kami merasakan hati yang hangat dan terangkat saat anak bangsa tumbuh dalam suasana menyayangi. Kami merasakan indahnya Sabang Merauke.”

Banyak cara bisa dilakukan untuk belajar toleransi dan keberagaman. Selama hampir tiga pekan ini, sebuah program bertajuk SabangMerauke (Seribu Anak Bangsa Merantau untuk Kembali) dilaksanakan pertukaran pelajar antar daerah yang bertujuan untuk menanamkan nilai-nilai ke-Indonesiaan.

Sebanyak 15 pelajar Sekolah Menengah Pertama (SMP) terpilih dari berbagai penjuru Nusantara mengikuti berbagai kegiatan menarik dan bertemu dengan tokoh-tokoh inspiratif. Program ini mempertemukan 15 Adik SabangMerauke (ASM) dengan 15 Kakak SabangMerauke (KSM) dan 15 Famili SabangMerauke (FSM).

Ke-15 ASM yang terpilih dari 1.173 pendaftar tinggal di rumah keluarga angkat dengan agama dan suku yang berbeda dengan ASM selama tiga pekan di area Jabodetabek dan mengikuti serangkaian kegiatan bersama kakak pendamping untuk mengalami makna toleransi, pendidikan dan ke-Indonesiaan seutuhya. Diharapkan, selepas kegiatan ini berakhir dan para Adik SabangMerauke (ASM) pulang ke daerah asalnya, mereka akan menjadi salah satu Duta Toleransi di Indonesia. Selain itu, kegiatan ini juga diharapkan dapat berdampak besar terhadap Kakak SabangMerauke (KSM) dan Famili SabangMerauke (FSM) dalam memaknai toleransi dan perbedaan.

Selama tiga pekan ini, Adik SabangMerauke (ASM) berkunjung ke tempat-tempat yang berlokasi di daerah Jakarta, seperti Balaikota, Garuda Indonesia Training Center, rumah-rumah ibadah dan juga kampus-kampus di Jakarta.

Managing Director SabangMerauke 2016, Irma Sela Karlina mengatakan program ini digagas pada tahun 2012 lalu. ”Yang berbeda dari tahun sebelumnya adalah, perpanjangan waktu program dari yang sebelumnya hanya 2 minggu, tahun ini diperpanjang menjadi 3 minggu,” kata Sela

Sela berharap dengan perpanjangan waktu program, interaksi antar FSM, KSM, dan ASM akan lebih kuat. Dengan begitu, nilai-nilai toleransi, pendidikan dan keindonesiaan yang ingin ditanamkan bisa lebih kuat diresapi oleh adik-adik SabangMerauke. Ketika para Adik SabangMerauke kembali ke daerah asalnya mereka akan bisa menyebarkan nilai-nilai tersebut di lingkungan sekitarnya.

Penulis: Kak Hay. Find Me on Facebook dan Instagram

Facebook Comments

About the author

Bunderan

--

Leave a Comment