Berita

Ini Dia! Alasan Haji Menjadi Pemersatu Umat

Written by Anis Soyyati

makkah-satutours

Setiap kegiatan perlu dilakukan sebuah persiapan. Hal ini merupakan sesuatu yang penting jika kita ingin mendapatkan hasil yang baik. Apalagi jika kita membicarakan ibadah haji yang mempunyai kedudukan tinggi dalam pandangan Allah SWT.

Dilansir dari antaranews.com Profesor Asep Usman Ismail selaku Guru Besar Universitas Islam Negeri (UIN) Syarif Hidayatullah Jakarta, mengatakan ibadah haji tidak sekadar ritual, namun juga mengajarkan persatuan umat Islam dari berbagai latar belakang.

“Bukan sekadar ritual, naik haji kemudian pulang mendapat gelar haji, hajjah. Haji sebenarnya mengandung makna simbolik yang dalam sekali untuk persatuan dan kesatuan umat Islam di Indonesia maupun dunia,” kata Asep di Jakarta, Rabu.

Dari berbagai bangsa di seluruh penjuru dunia, semua manusia berbondong bongong mendatangi Makkah untuk melaksanakan ibadah haji. Jutaan umat Islam berkumpul di satu titik melakukan ritual yang sama. Puncaknya adalah ketika wukuf di Arafah di mana semua identitas, atribut dilepas dan hanya memakai kain putih.

Menurut pengajar mata kuliah tasawuf dan tafsir untuk masalah-masalah sosial itu, ajaran dasar Islam dirancang sistematik dan sistemik, semua komponen satu sama lain saling menguatkan. Hal itulah yang menjadikan islam rahmatan lil alamin, dan islam sebagai agama pemersatu.

“Simbolik yang mempersatukan umat Islam itu sebetulnya banyak, salah satunya adanya Kabah. Itu yang mempersatukan umat,” katanya.

Di dalam kitab suci umat Islam sendiri, Al Quran, disebutkan perbedaan latar belakang itu harus direnungkan supaya bisa saling mengenal, termasuk mengenal budaya, bahasa, dan adat istadat masing-masing. Bahkan, di dalam pergaulan sehari-hari umat Islam diperintahkan berlaku baik kepada kepada umat beragama lain.

Oleh karena itu, menurut dia sangat tidak tepat apabila ada sekelompok umat Islam yang merasa benar sendiri dan memusuhi bahkan menyerang yang lain, terlebih dengan menyerang tempat ibadah seperti serangan di halaman Masjid Nabawi, Madinah, beberapa waktu lalu.

Pada momentum Hari Raya Idul Adha yang juga disebut Lebaran Haji ini Asep mengajak seluruh umat Islam bersatu melawan kelompok radikal teroris yang merasa benar sendiri itu dan jelas-jelas menyalahi ajaran Islam.

“Radikalisme dan terorisme tidak dibenarkan Islam, apa pun bentuknya,” kata dosen tetap Fakultas Ilmu Dakwah dan Ilmu Komunikasi UIN Syarif Hidayatullah Jakarta ini.

 

Dilansir dari antaranews.com

Facebook Comments

About the author

Anis Soyyati

Seorang mahasiswa tingkat akhir, jurusan Digital Communication yang aktif menulis artikel dibeberapa website. Salah satu dari Baidu Campus Ambassador 2015 dan Duta Damai Dunia Maya BNPT 2016. Seorang yang menyukai design grafis ini tertarik pada sosial media planner dan saat ini sedang merintis bisnis hijab online di instagram @Nizza_Hijab.

Leave a Comment