Home / Opini / EDUKASI (UNFORMAL) SEBAGAI FONDASI MEMPERKOKOH NASIONALISME

EDUKASI (UNFORMAL) SEBAGAI FONDASI MEMPERKOKOH NASIONALISME

(Pengenalan sejak dini radikalisme dan terorisme di masyarakat)

Sejak menduduki bangku sekolah dasar, kita semua diajarkan pendidikan formal mengenai Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI). Para akademisi yang mengenyam pendidikan, hafal menyanyikan lagu Indonesia Raya, hafal membacakan teks Pancasila, lancar melafalkan UUD 1945, teks proklamasi, dan fasih mengucapkan janji sumpah pemuda. Jalur pendidikan merupakan salah satu tempat untuk belajar berbagai sejarah kenegaraan yang dianggap dapat mempersatukan bangsa, mengingat para pejuang terdahulu bertekad dan berhasil memerdekakan Indonesia dari segala jajahan.

Mirisnya, sejarah hanyalah tinggal sejarah, lagu yang dilantunkan pada setiap Senin pagi hanyalah kicauan. Makna kemerdekaan bagi sebagian orang mulai luntur, dan menyebabkan apatisme yang berimbas pada hilangnya rasa nasionalisme. Sehingga makna kemerdekaan yang telah dicapai hanyalah pelajaran yang tertera pada lembaran buku sejarah di sekolah.

Momok ini adalah peluang besar bagi para oknum yang memiliki tujuan untuk merusak persatuan bangsa dengan cara memprovokasi dan melanggar segala tata aturan NKRI. Masyarakat yang mudah terprovokasi dan lupa mengenai pelajaran sejarah kebangsaan, tiba-tiba menjadi liar dan mudah terhasut untuk melakukan segala tindakan yang merusak nasionalisme. Seperti adanya larangan memperingati hari kemerdekaan, atau adanya anjuran untuk membakar bendera merah putih pada 17 Agustus. Semua tindakan tersebut berujung pada runtuhnya simbol jati diri dan identitas bangsa Indonesia.  Apabila dibiarkan terlalu lama, peristiwa yang demikian dapat menciptakan kerusuhan dan menimbulkan paham-paham yang tidak sesuai dengan NKRI yag mengakibatkan rusaknya pedoman bangsa.

Peristiwa-peristiwa yang demikian adalah contoh kecil dari menyebarnya radikalisme dan terorisme di sekitar kita. Sebagai bangsa Indonesia yang memiliki jiwa nasionalisme, hal ini menjadi tugas kita bersama untuk berperan penting dalam memerangi ideologi yang tidak sesuai dengan NKRI. Untuk mencegah peristiwa yang lebih besar, salah satunya dapat melalui jalur pendidikan unformal, seperti sosialisasi atau pengenalan radikalisme dan terorisme yang bisa dilaksanakan di sekolah, tempat perkuliahan, ataupun kantor, dan besama-sama mengajak masyarakat untuk ikut berpartisipasi dalam forum anti terorisme.

Dalam rangkaian kegiatannya, para peserta dibekali berbagai pengetahuan mengenai radikalisme dan terorisme. Selanjutnya, kembali mengulas dan memaknai arti NKRI yang sebenarnya sebagai tonggak kebangsaan Indonesia. Lalu, membangkitkan lagi semangat dan jiwa nasionalisme masyarakat lewat pendidikan karakter. Terakhir, meluruskan kembali pemahaman mengenai ajaran keagamaan yang benar, toleransi, dan keberagaman. Kegiatan ini diharapkan mampu menggulung radikalisme dan terorisme yang sudah menjamur. Edukasi ini sangat membantu masyarakat dan pemerintah untuk ikut andil dalam kontrol sosial sebagai bagian dari awal menangkal segala paham negatif. Selain sebagai kontrol sosial, juga bermanfaat dalam rangka mengokohkan nasionalisme sebagai benteng dari pengaruh radikalisme dan terorisme yang sudah menyusup di sendi-sendi kehidupan bangsa Indonesia. Sekaligus mewujudkan dan mengembangkan bangsa yang beragama, berperikemanusiaan, dan bersatu dalam kebhinekaan.

 

Penulis

  • Sonia Yunita –
Facebook Comments

About Irsan Rasyad

Mahasiswa aktif dalam Pendidikan Sarjana S1 Program Studi Digital Communication, Surya University Tangerang, Banten. Alumni Pondok Pesantren Annur Azzubaidi, Konawe Sulawesi Tenggara ini juga aktif sebagai anggota Duta Damai Dunia Maya BNPT untuk regional Jakarta.

Check Also

Bersatulah dan Jangan Bercerai Berai

Islam adalah agama perdamaian… Karena Islam adalah agama yang membawa perdamaian, maka para musuh Islam …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Watch Dragon ball super