Home / Opini / Tingkatkan literasi media untuk berantas terorisme

Tingkatkan literasi media untuk berantas terorisme

 

 

BE SMART USER ON YOUR SOCIAL MEDIA

Menurut data we are social, 2015 pengguna aktif internet di dunia sebanyak 3,17 miliar, semakin tahun semakin bertumbuh dan berpengaruh terhadap penggunaan media sosial yang mencapai 2,2 miliar. Jumlah yang mengakses media sosialpun mencapai 23,3 persen. Hal ini penting karena hampir di seluruh dunia, manusia menggunakan internet dan mengakses media sosial di smartphone nya. Semakin tingginya mobilisasi, akan bermunculan teknologi-teknologi baru yang akan semakin mempermudah manusia. Perihal tersebut diciptakan oleh orang-orang yang memiliki kemampuan untuk memenuhi kebutuhan dunia.

Kehadiran media sosial, seperti Facebook, Twitter, Instagram, dsb mampu memberikan warna baru dalam tata cara manusia berinteraksi di era global ini. Siapapun dapat dengan mudah mengakses dan menyebarkan beragam informasi yang tergabung dalam jejaring media sosial. kebebasan untuk menuangkan pendapat, gagasan, maupun ide-ide juga menjadi pemicu untuk meningkatkan eksistensi diri dan berbagi informasi.

Namun tak bisa dipungkiri adanya karya cipta seperti media sosial sangat memungkinkan untuk disalahgunakan, sehingga dapat menyebabkan petaka atau menimbulkan peluang untuk melakukan kejahatan. Salah satu contohnya adalah penyebaran radikalisme negatif di dunia maya yang menjabarkan paham-paham tertentu secara ekstrem di media sosial untuk berbagai tujuan. Hadirnya media sosial menjadi sasaran empuk para kelompok radikalisme negatif untuk melakukan propaganda dan terorisme secara terbuka.  Pasalnya, penyebaran informasi melalui media sosial sangat kompleks dan siapapun bisa memproduksi kontennya (content creator). Produksi konten yang tidak bertanggungjawab ini sering kali memicu adanya konflik baru. Informasi yang tersebar di dunia maya seringkali mengundang komentar dan menggiring orang lain untuk memberi tanggapan bahkan berasumsi.

Namun, media sosial juga bisa dimanfaatkan untuk mencegah penyebaran terorisme dengan membuat situs-situs jejaring sosial di dunia maya yang berisi kampanye, mengisi konten-konten menolak kekerasan dan anti terorisme. Hal ini dibuat demi meningkatkan solidaritas kebangsaan dalam upaya pencegahan terorisme lewat media sosial. Aksi generasi muda yang aktif bersuara dalam pencegahan teroris sangat dibutuhkan untuk membantu pemerintah membekukan kelompok para teroris yang tersebar di belahan dunia.

Oleh karena itu, kewaspadaan terhadap penggunaan media sosial juga perlu diperhatikan. Disisi lain, kehadiran fenomena radikalisme juga bisa memberikan informasi positif yang tinggi. Untuk itu, bisa dilakukan dengan membaca,melihat,atau mendengar secara seksama kemudian memahami pesan yang disampaikan, memilah sumber informasi secara logika, dan mengetahui darimana sumbernya berasal. Hal ini bertujuan dalam rangka meningkatkan kesadaran para pengguna media sosial untuk mencegah berbagai radikalisme negatif seperti terorisme di media sosial.

Kekompakan dan solidaritas dari pemerintah, kaum elite, dan masyarakat untuk mencegah hal-hal negatif harus ditingkatkan. Upaya-upaya membentuk gerakan positif yang bersinergi juga perlu didukung penuh, sehingga bersama-sama dapat saling belajar, mengingatkan, dan saling bahu-membahu untuk menyerang radikalisme negatif terorisme di dunia maya yang semakin marak membawa kehancuran.

 

Penulis:

Sonia Yunita

 

About Irsan Rasyad

Mahasiswa aktif dalam Pendidikan Sarjana S1 Program Studi Digital Communication, Surya University Tangerang, Banten. Alumni Pondok Pesantren Annur Azzubaidi, Konawe Sulawesi Tenggara ini juga aktif sebagai anggota Duta Damai Dunia Maya BNPT untuk regional Jakarta.

Check Also

Islam Memanusiakan Manusia

Diantara sekian problem sosial, kemanusiaan dan keagamaan yang dewasa ini makin merabah baik di tingkat …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Watch Dragon ball super