Home / Opini / Sikap Tabayyun Menjaga Soliditas Kebangsaan

Sikap Tabayyun Menjaga Soliditas Kebangsaan

Seiring dengan kemudahan dalam menyebarkan informasi  menggunakan media internet, setiap orang bisa kapan saja membagi informasi dengan cepat dan mudah. Namun, kemudahan tersebut tidak jarang digunakan untuk membagi informasi yang tidak sesuai dengan fakta oleh oknum yang tidak bertanggungjawab beserta sumber yang tidak jelas. Sehingga masyarakat yang mudah termakan informasi akan terpengaruh oleh infomasi yang tidak jelas kredibilitasnya.

Seperti kabar pembakaran Vihara di Balai Tanjung belakangan ini, banyak postingan status di sosial media yang berbau SARA yang memicu konflik dan kebencian, padahal informasi yang beredar belum tentu kebenaran akar permasalahannya. Maka pentingnya sifat Tabayyun saat kita menerima informasi, yakni dengan memeriksa kefaktaan informasi, melihat sumbernya dan mengikuti perkembangan infomasi untuk mengetahui fakta informasi yang sebenarnya. Tentunya hal ini untuk mengurangi kesalahpahaman dalam menerima dan memaknai suatu informasi.

Sikap tabayyun sangat penting untuk menyikapi informasi untuk menjaga soliditas kebangsaan terhadap permasalahan yang terjadi. Dalam sebuah riwayat dari Qatadah disebutkan, “At-Tabayyun minaliah wal ‘ajalatu Minasy Syaithan”, sikap tabayyun merupakan perintah Allah, sementara sikap terburu-buru merupakan arahan syaitan. Tabayyun pengertian secara bahasa yakni mencari kejelasan tentang sesuatu hingga jelas benar keadaanya. Kemudian secara istilah yakni meneliti berita dan tidak tergesa-gesa dalam memutuskan masalah baik dalam kebijakan, hukum dan lainnya hingga jelas benar permasalahannya.

Pada dasarnya permusuhan yang berbau SARA yang kerap terjadi di indonesia, disebabkan karena kurangnya sikap Tabayyun dalam menerima informasi permasalahan. Masyarakat cenderung cepat menanggapi secara negatif informasi yang diterima, sehingga memicu kebencian hingga mengarah pada tindakan konflik.

Kemudian perlu kita sadari, walapun informasi berbau SARA  benar keberadaan informasinya, tindakan yang seharusnya dilakukan ialah diselesaikan secara musyawarah seperti sila ke-empat pada Pancasila. Dengan harapan masalah dapat diselesaikan secara baik-baik tanpa ada pertumpahan darah ataupun kerugian secara materi.

Hai orang-orang yang beriman, jika datang kepadamu orang fasik membawa suatu berita, maka periksalah (kebenarannya) dengan teliti, agar kamu tidak menimpakan suatu musibah kepada suatu kaum tanpa mengetahui keadaanya yang menyebabkan kamu menyesal atas perbuatanmu itu”. (Al-Hujurat:6)

Dengan mengedepankan sikap tabayyun terhadap informasi yang diterima, baik di media internet, sosial media, televisi, dan person to person, akan menjaga soliditas kebangsaan anatar sesama warga negara dan mengutamakan penyelesaian masalah dengan baik. Oleh sebab itu islam mengajarkan Tabayyun di setiap informasi yang diterima, hal ini sangat diperhatikan untuk tidak terjerumus pada hasutan pihak yang meginginkan perpecahan.

Penulis

Muhammad Irsan Rasyad

Facebook Comments

About Irsan Rasyad

Mahasiswa aktif dalam Pendidikan Sarjana S1 Program Studi Digital Communication, Surya University Tangerang, Banten. Alumni Pondok Pesantren Annur Azzubaidi, Konawe Sulawesi Tenggara ini juga aktif sebagai anggota Duta Damai Dunia Maya BNPT untuk regional Jakarta.

Check Also

Bersatulah dan Jangan Bercerai Berai

Islam adalah agama perdamaian… Karena Islam adalah agama yang membawa perdamaian, maka para musuh Islam …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Watch Dragon ball super