Home / Berita / Bersama BNPT, Dik Doank Cuci Otak Pemuda Jogja

Bersama BNPT, Dik Doank Cuci Otak Pemuda Jogja

20120809_Dik_Doank_7134Dik Doank, seniman kawakan Indonesia ini mampu menghipnotis dan membawa para peserta ke alam bawah sadar saat mengajak para peserta memahami arti hidup dan makna Asmaul Husna dalam hubungannya dalam penciptaan manusia. Dik Doank mampu mencuci otak para peserta Workshop Duta Damai di Yogyakarta (19/07/2016) lalu.

Dik Doank mengawali motivasinya dengan mengajak para peserta memahami arti dan kapan menggunakan hati secara ikhlas. “Islam itu mengajarkan keseimbangan, jadilah orang yang wajar,” kata artis senior ini sambil berekspresi unik seakan memberikan bisikan kepada peserta dengan penekanan-penekanan tertentu.

Dari situ, Dik terus membawa peserta memahami arti hidup dan kehidupan. Ia juga mengumpamakan manusia dalam dua golongan ilmu yaitu ilmu bulan dan ilmu matahari. Menurutnya ilmu bulan itu artinya mereka itu adalah golongan orang yang merasa seakan bulan sebagai asal cahaya, padahal bulan tidak punya cahaya, tapi cahaya itu berasal dari matahari.

Ilmu matahari adalah orang yang rendah hati dan mendengar saja siapapun yang bicara, apakah itu ulama, biksu, pendeta, dan lain-lain. Dengan begitu otomatis yang buruk akan terbuang dengan sendirinya dan yang baik juga terpilah-pilah sendiri.

“Yang baik itu ilmu. Ilmu itu cahaya. Cahaya itu nur. Nur itu berada di intisari hati bernama kolbu. Kalau kolbu hidup dan menyala tentu butuh minyak yaitu kebaikan hidup dari hari ke hari. Maka nama Allah atau Asmaul Husna yang 99 itulah sebagai sumbu hidup yang membuat menyala,” ungkap Dik tanpa menghilangkan ekspresi.

Selain memberikan motivasi, Dik juga melakukan interaksi dan pendekatan dengan para peserta. Langkah ini dilakukan karena menurutnya para calon duta damai harus benar-benar memahami arti hidup dan arti islam sebelum nanti benar-benar menjadi duta damai dunia maya.

“Aku ingin para peserta ini bisa naik kelas. Jangan katakan Tuhan itu di hatimu. Itu pelajaran dasar agar tidak jadi teroris. Jangan bilang kebenaran itu hati sehingga yang tidak sesuai hati kami anggap salah. Ini bisa menjadi pembenaran bagi teroris untuk meledakkan bom. Sekali lagi jangan katakan Tuhan itu di hati, karena Tuhan harus melingkupi seluruh kehidupanmu,” tutur Dik.

Penulis: Kak Hay. Find Me on Facebook dan Instagram

About Bunderan

--

Check Also

Cegah Konten Radikalisme, BNPT membentuk Duta Damai Jakarta

Jakarta – Badan Nasional Penanggulangan Terorisme menggelar Pelatihan Duta Damai Dunia Maya dengan kegiatan berupa …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Watch Dragon ball super