Home / Berita / BNPT : ‘Tiga Aspek Ini Yang Buat ISIS Lebih Ditakuti Ketimbang Terorisme Lainnya’
Militant Islamist fighters parade on military vehicles along the streets of northern Raqqa province June 30, 2014. Militant Islamist fighters held a parade in Syria's northern Raqqa province to celebrate their declaration of an Islamic "caliphate" after the group captured territory in neighbouring Iraq, a monitoring service said. The Islamic State, an al Qaeda offshoot previously known as Islamic State in Iraq and the Levant (ISIL), posted pictures online on Sunday of people waving black flags from cars and holding guns in the air, the SITE monitoring service said. REUTERS/Stringer (SYRIA - Tags: POLITICS CIVIL UNREST CONFLICT) FOR BEST QUALITY IMAGE ALSO SEE: GF2EA99110K01 - RTR3WJAI

BNPT : ‘Tiga Aspek Ini Yang Buat ISIS Lebih Ditakuti Ketimbang Terorisme Lainnya’

Sumber foto: http://i.huffpost.com/gen/3002904/images/o-LETATISLAMIQUEDIFFUSELAVIDEODELOTAGEJOHNCANTLIE-facebook.jpg

Setelah terorisme gelombang pertama melalui jaringan Al Qaeda yang menghentakkan dunia internasional. Kini lahir gelombang kedua terorisme global yang lebih menakutkan yang dipelopori oleh ISIS yang dalam tiga tahun terakhir berkembang begitu pesat dan menakutkan daripada Al Qaeda. Apa yang membuat ISIS lebih ditakuti ketimbang Al Qaeda?

Menurut Deputi I Bidang Pencegahan, Perlindungan, dan Deradikalisasi BNPT, Mayjen TNI Abdul Rahman Kadir, dalam pembukaan pidato ‘Dialog Pencegahan Paham Radikal Terorisme dan ISIS di Kalangan Pimpinan Pondok se-Jabodetabek’ di Ballroom Hotel Kartika Chandra, Jakarta, Kamis (23/6) mengungkapkan terdapat tiga aspek yang membuat ISIS lebih menakutkan dari Al Qaeda.

Pertama, ISIS mengklaim dirinya sebagai organisasi terror yang mempunyai territorial sendiri ketimbang kelompok teroris lainnya. Menurut Rahman, adanya territorial ini yang menjadi inspirasi semua orang untuk bergabung dan menjadi bagian dari tanah yang mereka klaim sebagai daulah Islamiyah. Dalam propaganda mereka lakukan adalah ‘inilah saat waktu yang tepat untuk berhijrah.’

Kedua, ISIS memiliki kekuatan militer yang kuat dan berpengalaman yang berasal dari gabungan anggota Al Qaeda Irak, yang didirikan oleh Ex tentara Saddam Husein yang telah diberikan Amerika dan oposisinya. Selain itu ISIS juga mendapatkan pasukan dari para pejuang asing dari berbagai negara tidak terkecuali dari Indonesia.

Hal yang ketiga yang paling berpengaruh dari ISIS adalah memiliki financial yang kuat sebagai bagian penting dalam aktifitas dan operasi mereka.

“Dalam rentang waktu 8 tahun ISIS menjadi organisasi yang mampu mendanai diri sendiri tanpa terikat dengan global. Bahkan dalam catatan pemerintah Amerikas Serikat, ISIS menjadi salah satu kelompok teroris di dunia, yang mempunyai sumber pendanaan terbaik yang didapatkan dari penjualan minyak illegal, penjarahan, tembusan sandra, dan aktifitas ilegal lainnya,” ungkap Rahman.

Selain tiga aspek di atas, yang patut diwaspadai saat ini adalah propaganda-propaganda ISIS di media online. Penggunaan agama sebagai topeng perjuangan politik mereka sedikit banyak, telah berhasil memperdaya dan meracuni pikiran generasi muda, baik dengan iming-iming surga, misi suci, gaji besar, maupun kegagahan di medan perang.

“Tidak hanya di Timur Tengah, ISIS bahkan telah meracuni ribuan anak-anak muda Eropa dan Amerika, khususnya melalui propaganda melalui online,” ujarnya.

“Kejadian di klub malam  Orlando, Amerika Serikat yang menewaskan 49 orang, banyak dianggap sebagai bagian dari pelaku yang terinpirasi oleh propaganda ISIS melalui Online. Sungguh nyata kehadiran ISIS telah memunculkan pola baru, radikalisasi dikalangan generasi muda yang dikenal online radicalisation. Fenomena ini sangat memungkinkan karena ISIS dikenal sebagai kelompok teroris yang secara cerdas memanfaatkan teknologi dan informasi internet khususnya medsos, sebagai alat propaganda sekaligus rekrutmen keanggoataan,” tegasnya.

“Secara faktual banyak sekali anak muda yang tergabung dengan ISIS atau terinspirasi akibat pengaruh propaganda dan jejaring pertemanan di media online. Di situlah kami kira tantangan terbesar yang sedang kita hadapi bersama, melawan ISIS tidak sekedar melawan sebuah jaringan tetapi melawan sebuah paham, ide, dan ideologi  yang tersebar dengan mudah dan meracuni kepada siapa pun,” ungkap Mayjen TNI Abdul Rahman Kadir.

Penulis : Syidik Sulistiyanto

About Syidik Sulistiyanto

Aktif sebagai Mahasiswa Program Studi Digital Communciation Surya University. Mencintai Indonesia dengan segala keindahannya dan keberagamannya.

Check Also

Cegah Konten Radikalisme, BNPT membentuk Duta Damai Jakarta

Jakarta – Badan Nasional Penanggulangan Terorisme menggelar Pelatihan Duta Damai Dunia Maya dengan kegiatan berupa …

One comment

  1. I just co;&ndl#8217ut depart your site prior to suggesting that I extremely enjoyed the standard info an individual provide for your guests? Is going to be back incessantly to inspect new posts

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Watch Dragon ball super